//
Kaum Muda dan Korupsi!!!

Hari itu 28 Oktober 1928, berbarengan dengan penutupan acara Kerapatan Besar Pemuda. Para pemuda dari beragam daerah telah kumpul di satu ruang. Kerumunan pemuda itu memekikkan sumpah historis. Mereka sepakat melebur, menjadi Indonesia. Kaum muda bertekad merangkum rakyat pribumi dalam satu bangsa, bangsa Indonesia; bertanah air satu, tanah air Indonesia; berbahasa satu, bahasa Indonesia. Itulah Sumpah Pemuda.

Sejak itu, mengutip sejarawan Taufik Abdullah, kesadaran kebangsaan Indonesia menjadi konteks fundamental dari segala perdebatan dan pergumulan pemikiran sosial-politik. Sejak itu pula, nasionalisme-kultural yang bersifat etnis dan mitologis mulai tersingkir dalam pemikiran sosial politik Indonesia.

Ketika sumpah dimaklumkan ke tiap penjuru, kaum tua dan pejabat-birokrat memandangnya sebagai angin lalu. Cuma kaul anak muda yang tidak ada artinya. Tidak ada hal penting  dari nazar itu. Namun, nyatanya Sumpah Pemuda 1928 menggema luas. Berdampak dominan pada pertumbuhan kebangsaan Indonesia.

Sejarah Kaum Muda

Sejarah tiap bangsa adalah sejarah kaum muda. Kaum muda tidak pernah lepas dari buku-buku sejarah dunia. Tidak terkecuali anak muda Indonesia. Mari telusuri.

Rusia merambah tahap mendebarkan sebagai bangsa, ketika penganut muda sosialisme Vladimir Ilyic Ulyanov giat merakit muslihat politik. Dia, yang lebih dikenal dengan Lenin, mengadopsi ajaran Karl Marx menjadi sistem kekuasaan totaliter di dunia.

Kemudian, di belahan lain dunia, di Amerika Serikat (AS) pada dasawarsa 1970-an, anak muda berhimpun menunjukkan penolakan mereka atas perang Vietnam dan wajib militer. Anak muda AS, yang menamakan diri flower generation, menawarkan solusi humanistik dan alternatif perdamaian.

Di Indonesia, pada 1926, Soekarno muda menulis artikel tentang nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Pikiran kritis Soekarno ini meronai arus pemikiran intelektual muda pergerakan nasional. Jauh hari, 20 Mei 1908, pemuda dan mahasiswa sekolah tinggi kedokteran STOVIA, mencetuskan Boedi Utomo. Organisasi Boedi Utomo berperan aktif awal pergerakan nasional.

Sebelum, selama, dan sesudah kemerdekaan, kaum muda berkontribusi besar di dalamnya. Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Angkatan 66, Aksi Mahasiswa 1974 dan 1978, hingga gerakan reformasi 1998, sarat kiprah kaum muda dan mahasiswa.

Bahkan, jika patut dicatat, seorang Dipa Nusantara (DN) Aidit masih berusia 32 tahun ketika menahkodai Partai Komunis Indonesia (PKI). Terlepas kontroversi seputar PKI, pencapaian DN Aidit layak beroleh goresan tebal, sebagai cuilan ikhtiar kaum muda mewarnai sejarah negerinya.

Lantas, selepas Sumpah Pemuda 1928, peran kaum muda berlanjut saat memanasnya suhu politik 1945. Menjelang proklamasi, sebelas orang pemuda yang dikenal dengan Kelompok Sebelas, terdiri atas Chaerul Saleh, Johar Noer, Wikana, Parjono, Abu Bakar, Sudewo, Armansyah, Subadio, Suroto, Kunto, dan DN Aidit, membopong Soekarno ke Rengasdengklok (Murad Aidit, Aidit Sang Legenda, 2005). Mereka memaksa Soekarno segera memproklamasikan independensi Indonesia.

Barangkali, bila kaum muda tak mendesak Soekarno secepatnya memerdekakan Indonesia, sejarah Indonesia akan lain. Kedaulatan jadi barang langka. Progresifisme kaum muda kala itu menghapus keraguan pemimpin perjuangan kemerdekaan untuk segera melangsungkan proklamasi. Bila tidak, kesempatan itu pasti akan sulit diperoleh lagi.

Kemudian, pada 1966 kaum muda mendobrak tatanan lama. Angkatan 66 sukses mengkreasi era Indonesia baru: Orde Baru. Namun, mabuk kemewahan melanda penguasa Orde Baru, seiring berhasilnya agenda pembangunan. Tingkat ekonomi menjulang bersamaan ganasnya perilaku korupsi. Pada 1974 dan 1978 segelintir mahasiswa berjuang mengembalikan laju rezim Orde Baru ke rel lempang. Mereka mendambakan pemerintahan yang bersih, terbuka, bebas korupsi.

Akhirnya, Orde Baru runtuh pada 1998. Lagi-lagi oleh kaum muda dan mahasiswa yang muak dengan perilaku menyimpang Orde Baru: korupsi yang akut, birokrasi yang sakit, totaliterianisme, dan pembiaran pemiskinan rakyat.

Kaum Muda dan Korupsi
Kaum muda adalah rumpun rakyat yang, meminjam Dostoyevsky, berani menentang moral zamannya. Pada 1945 musuh kaum muda adalah penjajah. Tahun 1966 lawan kaum muda ialah penguasa tua yang rakus dan komunisme. Tahun 1974 dan 1978 dan seterusnya adalah pemerintahan Orde Baru yang totaliter dan korup. Dan, bila di 1998 momok utamanya Soeharto dan kroninya, maka pascareformasi rival sentral kaum muda sesungguhnya adalah korupsi. Ya, korupsi.

Perlawanan kaum muda terhadap korupsi memang bukan isu anyar. Sekitar 1965-1966, kaum muda turun ke jalan menuntut Presiden Soekarno untuk memakai semaksimal mungkin sumber daya guna kepentingan rakyat, dan tak mengorupnya. Di masa pemerintahan Soeharto, muncul gerakan Mahasiswa Menggugat, belakangan menjadi Komite Anti Korupsi, yang menyuarakan pemberantasan korupsi.

Saat bersamaan, gerakan serupa muncul di Bandung, berjuluk Bandung Bergerak. Aksi ini diprakarsai kaum muda. Awal manuvernya hanya sebatas pemasangan pamflet dan menyebar brosur, lalu beralih ke aksi massa, dialog publik, dan penggalangan dukungan partai politik.

Kiprah gerakan antikorupsi era Soeharto ini mendapat dukungan merata organisasi pemuda dan mahasiswa. Bandung bergerak, misalnya, disokong Dewan Mahasiswa (DM) ITB, DM Unpad, DM Unpar, Ikatan Mahasiswa Bandung (Imaba), PMKRI, HMI, dan GMKI.

Tentu tak gampang mendobrak kukuhnya rezim Soeharto. Dibutuhkan nyali mumpuni menghadapi tirani totaliter itu. Tapi, sejarah mencatat, kaum muda mampu mematahkan rezim Orde Baru. Dan, kita tentu ingat puncak sukses kaum muda dan mahasiswa melengserkan penguasa rezim kleptokrasi itu pada 1998. Namun, perjuangan belum usai. Kaum muda dan mahasiswa masih dituntut semangatnya. Masih dituntut geloranya untuk memberantas korupsi hingga akar-akarnya. Tumpuan harap ada pada kaum muda, khususnya mahasiswa.

Mengapa berharap pada kaum muda dan mahasiswa? Mudah saja menjawabnya. Kaum muda dan mahasiswa pada gilirannya tentu akan meraih tongkat estafet kepemimpinan. Bila kaum muda dan mahasiswa bebas korupsi, berintegritas, dan bermartabat, harapan pemihakan pada rakyat bukan hasrat melompong. Dus, cita-cita Indonesia bebas korupsi tak cuma angan.

Indonesia mengidamkan satu gerakan revolusioner kaum muda dan mahasiswa untuk melawan korupsi. Tiba saatnya kaum muda dan mahasiswa beranjak dan bersatu. Kita sulit meletakkan asa pada kaum tua. Kaum tua enggan menggilas korupsi, karena telah terkontaminasi polusi korupsi.

Kaum muda dan mahasiswa jelas generasi yang autentik. Aktivis Angkatan 1966 Soe Hok Gie dalam satu entri catatan hariannya menulis, “Kita, generasi kita ditugaskan memberantas generasi tua yang mengacau. Generasi kita yang menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua. Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia.”

Bangsa ini butuh kaum muda dan mahasiswa demi memerangi korupsi. Karena generasi yang mampu membasmi korupsi adalah generasi yang belum tercemar. Dan, itu adalah angkatan muda masa kini. Karena itu, kaum muda dan mahasiswa, yang sekarang ada di atas pentas sejarah, layak berpadu mengikis korupsi. Saatnya mengukir sejarah baru bagi kaum muda dan mahasiswa Indonesia. ***

Diskusi

2 thoughts on “Kaum Muda dan Korupsi!!!

  1. tapi, proklamasi tanggal 17 itu fix bung, kata sukarno di buku penyambung lidah, ia tak mau disuruh maju jadi tgl 16

    Posted by dewa cakrabuana | Desember 10, 2010, 4:56 am
  2. josss

    Posted by Nuhidlaw | Maret 16, 2014, 12:10 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Desember 2016
S S R K J S M
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

RSS poto

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Blog Stats

  • 56,466 hits

Top Rated

virtual

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: